Senin, 11 Agustus 2014
Suara deruman mobil di jalan, mampu membuat kantuk dari mata ini hilang seketika. Rasanya raga ini begitu enggan mengendari motor ini untuk segera sampai ke kampus. Aku sunguh tak bersemangat hari ini. Akhirnya ku puuskan untuk membelokkan motorku ke alun-alun dan berhenti di tenda jajanan bakso goreng langgananku. Ku parkirkan motor di pinggir tenda dan aku langsung duduk di pojokan seperti biasanya.
" Neng Diandra bolos kuliah lagi neng? " tanya si emppunya tenda jajanan ini padaku.
Namanya Bang Rado, bertubuh gemuk dan berperawakan tidak begitu tinggi, bahkan tingginya pun tak melampaui tinggi badanku.
" Iya bang... " jawabku sekenanya.
Dia pun menghampiriku dengan membawa beberapa bakso bakar dan teman-temannya, ada lumpia isi ayam dan bakwan jagung. Saking seringnya aku nongkrong disini, jadi dia pun tau apa kesukaanku.
" Makasi ya bang " kataku sambil mencomot satu lumpia isi ayam.
Dia pun duduk di depanku. Mungkin karna tenda juga belum ramai, dia ingin mengobrol sebentar denganku.
" Kenapa sih neng? koq sering banget bolos kuliah? " tanyanya padaku.
" Ngga kenapa-kenapa bang... Gue lagi ngga semangat aja. Lagian dari awal juga gue udah males kalo kuliah disana. Niatnya udah ngga ada. Hahahaha... " tawaku terdengar miris.
" Kalo emang dari awal ngga niat kuliah disitu, kenapa eneng malah masuk situ? "
" Ya karena orang tua maunya gue kuliah disono bang "
" O... penurut juga rupanya " katanya tersenyum mengejek.
" Ye !!! bang Rado mah... jangan di pikir dandanan gue begini terus gue ngelawan sama ortu... Dosa kali bang !!!"
Kami pun tertawa terbahak.
Oh ya, perkenalkan, namaku Diandra Gaesha. Usiaku baru saja menginjak 17 tahun. Mahasiswa semester awal di salah satu fakultas swasta di Jakarta. Aku anak kedua dari dua bersaudara. Ya, aku ragil alias bontot. Kakakku satu-satunya bernama Rakha Gemilang. Dia sudah bekerja sebagai manager hotel di salah satu hotel terkenal di Bali. Ya dia sudah mencapai kesuksesannya sekarang. Giliranku lah kini.
Aku cewek, ya sama seperti cewek lazimnya. Hanya saja gayaku bisa di bilang sedikit nyeleneh. Aku suka memakai jeans belel yag robek di bagian lutut atau memakai celana kargo yang biasanya memang awamnya di pakai anak laki-laki. Aku juga punya band dan aku aktif di les musik. Meski anggota band ku personilnya terdiri dari cewek semua. Tapi semua dari mereka bertingkah nyaris sama sepertiku. Tapi, walaupun aku nyeleneh, aku tetaplah wanita normal. Aku tetap jatuh cinta. Dan inilah sedikit banyaknya akan ku ceritakan kisah cintaku.
***********************
Namanya Gilang, Gilang Yudhatama. Aku melihatnya pertama kali saat aku tak sengaja mengantar temanku yang ingin bertemu dengan cinta monyetnya di ujung sekolah. Ya, cinta monyet, apalagi namanya kalau bukan cinta monyet? . Usiaku kami saat itu adalah rata-rata tak lebih dari 12 tahun. Awalnya aku berniat lain, aku mau ikut mengantar Cintya waktu itu, karna aku punya maksud ingin melihat seseorang disana. Ya aku ingin melihat cinta masa kecilku Ega. Sambil menyelam minum air kan?. Eh ternyata, niatku itu tak berhasil. Saat aku tiba disana, Ega tak memperlihatkan batang hidungnya. Mataku mencari di sekeliling kelas yang letaknya di ujung sekolah SMP 35 ini. Tapi Ega tak terlihat sama sekali. Tapi tiba-tiba mataku terpaku pada satu sosok di sudut kelas. Dia terlihat begitu misterius, Memakai topi dan sedang sibuk mencorat coret buku. Aku sungguh di buatnya penasaran. Sampai aku tak memindahkan letak pandangku. Aku ingin sekali dia mengangkat wajahnya. Sampai akhirnya dia pun mengangkat wajahnya dan melihat ke arahku. Ya Tuhan, ternyata dia tak mengecewakan. Wajahnya telihat begitu teduh dengan mata yang sipit tapi tajam. Dia melihat ke arahku dengan tak menoleh sedikit pun. Sampai akhirnya aku menyerah dan tak berani lagi melihat ke arahnya.
Itulah kali pertama aku melihatnya. Seseorang sedingin kulkas yang begitu membuat aku penasaran. Aku langsung mencari tau tentang siapa dia. Dan akhirnya aku tau, kalau namanya adalah Gilang Yudhatama. Si cowok dingin bermata teduh yang berani menantang melihatku. Cowok tampan yang mampu mebuatku melupakan Ega seketika. Cowok dingin yang mampu membuatku mati penasaran. Dan dari sinilah kisahku dan dia di mulai.
" Neng Diandra bolos kuliah lagi neng? " tanya si emppunya tenda jajanan ini padaku.
Namanya Bang Rado, bertubuh gemuk dan berperawakan tidak begitu tinggi, bahkan tingginya pun tak melampaui tinggi badanku.
" Iya bang... " jawabku sekenanya.
Dia pun menghampiriku dengan membawa beberapa bakso bakar dan teman-temannya, ada lumpia isi ayam dan bakwan jagung. Saking seringnya aku nongkrong disini, jadi dia pun tau apa kesukaanku.
" Makasi ya bang " kataku sambil mencomot satu lumpia isi ayam.
Dia pun duduk di depanku. Mungkin karna tenda juga belum ramai, dia ingin mengobrol sebentar denganku.
" Kenapa sih neng? koq sering banget bolos kuliah? " tanyanya padaku.
" Ngga kenapa-kenapa bang... Gue lagi ngga semangat aja. Lagian dari awal juga gue udah males kalo kuliah disana. Niatnya udah ngga ada. Hahahaha... " tawaku terdengar miris.
" Kalo emang dari awal ngga niat kuliah disitu, kenapa eneng malah masuk situ? "
" Ya karena orang tua maunya gue kuliah disono bang "
" O... penurut juga rupanya " katanya tersenyum mengejek.
" Ye !!! bang Rado mah... jangan di pikir dandanan gue begini terus gue ngelawan sama ortu... Dosa kali bang !!!"
Kami pun tertawa terbahak.
Oh ya, perkenalkan, namaku Diandra Gaesha. Usiaku baru saja menginjak 17 tahun. Mahasiswa semester awal di salah satu fakultas swasta di Jakarta. Aku anak kedua dari dua bersaudara. Ya, aku ragil alias bontot. Kakakku satu-satunya bernama Rakha Gemilang. Dia sudah bekerja sebagai manager hotel di salah satu hotel terkenal di Bali. Ya dia sudah mencapai kesuksesannya sekarang. Giliranku lah kini.
Aku cewek, ya sama seperti cewek lazimnya. Hanya saja gayaku bisa di bilang sedikit nyeleneh. Aku suka memakai jeans belel yag robek di bagian lutut atau memakai celana kargo yang biasanya memang awamnya di pakai anak laki-laki. Aku juga punya band dan aku aktif di les musik. Meski anggota band ku personilnya terdiri dari cewek semua. Tapi semua dari mereka bertingkah nyaris sama sepertiku. Tapi, walaupun aku nyeleneh, aku tetaplah wanita normal. Aku tetap jatuh cinta. Dan inilah sedikit banyaknya akan ku ceritakan kisah cintaku.
***********************
Namanya Gilang, Gilang Yudhatama. Aku melihatnya pertama kali saat aku tak sengaja mengantar temanku yang ingin bertemu dengan cinta monyetnya di ujung sekolah. Ya, cinta monyet, apalagi namanya kalau bukan cinta monyet? . Usiaku kami saat itu adalah rata-rata tak lebih dari 12 tahun. Awalnya aku berniat lain, aku mau ikut mengantar Cintya waktu itu, karna aku punya maksud ingin melihat seseorang disana. Ya aku ingin melihat cinta masa kecilku Ega. Sambil menyelam minum air kan?. Eh ternyata, niatku itu tak berhasil. Saat aku tiba disana, Ega tak memperlihatkan batang hidungnya. Mataku mencari di sekeliling kelas yang letaknya di ujung sekolah SMP 35 ini. Tapi Ega tak terlihat sama sekali. Tapi tiba-tiba mataku terpaku pada satu sosok di sudut kelas. Dia terlihat begitu misterius, Memakai topi dan sedang sibuk mencorat coret buku. Aku sungguh di buatnya penasaran. Sampai aku tak memindahkan letak pandangku. Aku ingin sekali dia mengangkat wajahnya. Sampai akhirnya dia pun mengangkat wajahnya dan melihat ke arahku. Ya Tuhan, ternyata dia tak mengecewakan. Wajahnya telihat begitu teduh dengan mata yang sipit tapi tajam. Dia melihat ke arahku dengan tak menoleh sedikit pun. Sampai akhirnya aku menyerah dan tak berani lagi melihat ke arahnya.
Itulah kali pertama aku melihatnya. Seseorang sedingin kulkas yang begitu membuat aku penasaran. Aku langsung mencari tau tentang siapa dia. Dan akhirnya aku tau, kalau namanya adalah Gilang Yudhatama. Si cowok dingin bermata teduh yang berani menantang melihatku. Cowok tampan yang mampu mebuatku melupakan Ega seketika. Cowok dingin yang mampu membuatku mati penasaran. Dan dari sinilah kisahku dan dia di mulai.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar