Jumat, 29 Agustus 2014
Tak terasa setahun berlalu dengan rasa kagum yang bergentayangan di hati. Aku pun naik ke kelas 2 SMP. Kelas pun berpindah tempat. Untungnya bagiku, aku terpilih untuk masuk ke kelas Unggul. Aku lulus seleksi 5 besar anak terpintar di kelas. Dan kejutan bagiku, kelas ku letaknya di seberang kelas Gilang. Ya kelas kami begitu dekat jaraknya. Sayang, Gilang adalah tipe anak laki-laki yang sangat jarang keluar kelas. Walupun begitu, setiap pagi aku tetap bisa melihatnya dengan jarak yang lumayan dekat. Aku merasa semakin dekat dengannya. Sungguh-sungguh sangat dekat. Dan perasaan itu pun terasa semakin dalam.
Tapi semua tak berlalu selancar itu. Entah kenapa, tiba-tiba ada kakak kelas yang nekat memberikan surat cinta padaku. Ya saat ini aku sedang memegang surat cinta pertamaku. Bukan surat-suratan yang biasa aku berikan pada Ega dulu.
Dear Diandra
Di.... dari pertama aku ketemu kamu di perpustakaan, aku suka sama kamu....
Maaf kalo aku cuma berani nyatain lewat surat ini.... Tapi aku mohon... Kamu mau kan jadi pacar aku?
From Wira
Ya... sependek itulah isi surat dari si kakak kelas bernama Wira. Aku memang pernah bertemu dengannya beberapa kali, bukan bertemu, hanya berpapasan. Dan di perpustakaan waktu itu, kupikir dia tak memperhatikan aku. Saat itu aku berdua dengan Tiara teman sebangkuku. Kupikir dia memperhatikan temanku itu. Malah sebaliknya, teman Wira lah yang memperhatikanku. Teman Wira itupun saat ini statusnya sedang berpacaran dengan teman sekelasku. Jadi aku pun tidak menganggap itu suatu hal yang harus dipikirkan. Tapi apa ini? Kenapa surat ini malah di tujukan padaku.
Kubaca surat ini berkali-kali. Haruskah aku membalasnya? Tanyaku dalam hati. Apa yang harus aku balas? Iyakah aku harus menerimanya?. Aku bingung.
" Di... balas yah " Kata teman sekelasku Ine yang tadi aku bilang sedang berpacaran dengan teman Wira.
" Um.... " Aku menggigit bibirku. " Sekarang? " Tanyaku.
" Iya... " Jawab Ine enteng. " Terima yah... Jangan di tolak.. Jadi kita bisa double date "
" Hah? " Aku pun semakin bingung. " Iya deh " Kataku.
Aku pun mulai menulis balasan surat itu.
Dear Wira
Ya, Di juga suka sama kamu....
Um.... Oke kita pacaran....
From Diandra
Ya... sependek itulah balasanku. Aku benar-benar bingung harus menulis apalagi. Karna isi surat cinta darinya pun tak panjang dan tak ada kata-kata pujian sama sekali. Hahahahaha.... surat cinta yang aneh.
Tak lama aku menyerahkan surat itu pada Ine, tiba-tiba Wira muncul di depan wajahku. Ya dia duduk tepat di depanku. Aku mematung aku tak bergerak. Kaget sekali, dia muncul dan langsung tepat memandang langsung ke arahku.
" Hai Di... " Sapanya.
" Eh... ya hai... " Jawabku.
" Jadi kita pacaran nih? " Tanyanya sambil tersenyum padaku. Jujur, dia memang termasuk tipe cowok yang lumayan. Tidak jelek sama sekali. Bahkan dia ganteng menurutku.
Dia juga jago olahraga, setauku banyak cewek di sekolah ini yang suka padanya. Tidak termasuk aku.
" Ha? eh... iya... " Jawabku. " Tolong jangan pandangi aku dengan wajah seperti itu " Keluhku dalam hati.
Jujur senyumnya membuatku tak bisa bergerak. Hahahah... aku tipe orang yang gampang luluh ya?. Dengan waktu sekejab saja aku bisa langsung menyukai Wira. Tapi tidak, aku tak seperti itu. Gilang masih tak bisa hilang dari hatiku. Dia hanya tersisih sementara.
" Oke, kalo gitu ntar kita pulang bareng yah.... " Kata Wira, masih dengan senyum charming itu.
" Eh... Oke... " Jawabku.
Dia pun berlalu meninggalkan senyum terakhirnya padaku.
Fix... Wira lah yang jadi pacar pertamaku saat ini. Bukan Ega atau Gilang. Ya Tuhan... apa ini?
Aku mengkhianati hatiku. Maafkan aku hatiku. Mau bagaimana lagi, ini pertama kalinya aku di tembak cowok, walaupun hanya lewat surat pendek, tapi Wira lah yang orang pertama yg berani menyatakan perasaannya padaku. Ya dia lah yang pertama kali.
***************************
Dua hari berlalu dari kejadian penembakan surat pendek, pagi ini aku di datangi kakak kelas yang mengaku sebagai pacar Wira. Dia memanggilku ke depan kelas. Dia memasang wajah berangnya padaku.
" Lu pacarnya Wira? " Tunjuknya padaku.
" Iya kak " Jawabku tak gentar.
" Hmmmmm.... ini pacarnya Wira " Katanya agak melecehkan. Jujur aku risih.
" Kenapa kak? " Tanyaku.
Dia malah berlalu meninggalkan aku. Aku pun kembali ke dalam kelas. Tak lama aku duduk, tiba-tiba Wira muncul di depan kelas. Aku pun menghampirinya.
" Kamu ngga apa-apa Di? " Tanya nya.
" Hah? Kenapa? " Tanyaku.
" Katanya tadi Resa nyamperin kamu "
" Oh... yang tadi, namanya Resa? Katanya pacar kamu " Kataku.
" Bukan, dia mantan aku "
" Oh... terus dia mau apa nyamperin aku? " Tanyaku.
" Hah? Ngga tau, lain kali kalo dia nyamperin kamu lagi bilang ke aku ya " Aku mengangguk kecil.
Beginikah rasanya punya pacar, ada yang memperhatikan, ada yang mengkhawatirkan bahkan ada yang selalu menunggu di belakang kelas. Biasanya aku yang memperhatikan, menunggu seseorang lewat. Hahahahah... Inikah rasanya?
Tapi semua tak berlalu selancar itu. Entah kenapa, tiba-tiba ada kakak kelas yang nekat memberikan surat cinta padaku. Ya saat ini aku sedang memegang surat cinta pertamaku. Bukan surat-suratan yang biasa aku berikan pada Ega dulu.
Dear Diandra
Di.... dari pertama aku ketemu kamu di perpustakaan, aku suka sama kamu....
Maaf kalo aku cuma berani nyatain lewat surat ini.... Tapi aku mohon... Kamu mau kan jadi pacar aku?
From Wira
Ya... sependek itulah isi surat dari si kakak kelas bernama Wira. Aku memang pernah bertemu dengannya beberapa kali, bukan bertemu, hanya berpapasan. Dan di perpustakaan waktu itu, kupikir dia tak memperhatikan aku. Saat itu aku berdua dengan Tiara teman sebangkuku. Kupikir dia memperhatikan temanku itu. Malah sebaliknya, teman Wira lah yang memperhatikanku. Teman Wira itupun saat ini statusnya sedang berpacaran dengan teman sekelasku. Jadi aku pun tidak menganggap itu suatu hal yang harus dipikirkan. Tapi apa ini? Kenapa surat ini malah di tujukan padaku.
Kubaca surat ini berkali-kali. Haruskah aku membalasnya? Tanyaku dalam hati. Apa yang harus aku balas? Iyakah aku harus menerimanya?. Aku bingung.
" Di... balas yah " Kata teman sekelasku Ine yang tadi aku bilang sedang berpacaran dengan teman Wira.
" Um.... " Aku menggigit bibirku. " Sekarang? " Tanyaku.
" Iya... " Jawab Ine enteng. " Terima yah... Jangan di tolak.. Jadi kita bisa double date "
" Hah? " Aku pun semakin bingung. " Iya deh " Kataku.
Aku pun mulai menulis balasan surat itu.
Dear Wira
Ya, Di juga suka sama kamu....
Um.... Oke kita pacaran....
From Diandra
Ya... sependek itulah balasanku. Aku benar-benar bingung harus menulis apalagi. Karna isi surat cinta darinya pun tak panjang dan tak ada kata-kata pujian sama sekali. Hahahahaha.... surat cinta yang aneh.
Tak lama aku menyerahkan surat itu pada Ine, tiba-tiba Wira muncul di depan wajahku. Ya dia duduk tepat di depanku. Aku mematung aku tak bergerak. Kaget sekali, dia muncul dan langsung tepat memandang langsung ke arahku.
" Hai Di... " Sapanya.
" Eh... ya hai... " Jawabku.
" Jadi kita pacaran nih? " Tanyanya sambil tersenyum padaku. Jujur, dia memang termasuk tipe cowok yang lumayan. Tidak jelek sama sekali. Bahkan dia ganteng menurutku.
Dia juga jago olahraga, setauku banyak cewek di sekolah ini yang suka padanya. Tidak termasuk aku.
" Ha? eh... iya... " Jawabku. " Tolong jangan pandangi aku dengan wajah seperti itu " Keluhku dalam hati.
Jujur senyumnya membuatku tak bisa bergerak. Hahahah... aku tipe orang yang gampang luluh ya?. Dengan waktu sekejab saja aku bisa langsung menyukai Wira. Tapi tidak, aku tak seperti itu. Gilang masih tak bisa hilang dari hatiku. Dia hanya tersisih sementara.
" Oke, kalo gitu ntar kita pulang bareng yah.... " Kata Wira, masih dengan senyum charming itu.
" Eh... Oke... " Jawabku.
Dia pun berlalu meninggalkan senyum terakhirnya padaku.
Fix... Wira lah yang jadi pacar pertamaku saat ini. Bukan Ega atau Gilang. Ya Tuhan... apa ini?
Aku mengkhianati hatiku. Maafkan aku hatiku. Mau bagaimana lagi, ini pertama kalinya aku di tembak cowok, walaupun hanya lewat surat pendek, tapi Wira lah yang orang pertama yg berani menyatakan perasaannya padaku. Ya dia lah yang pertama kali.
***************************
Dua hari berlalu dari kejadian penembakan surat pendek, pagi ini aku di datangi kakak kelas yang mengaku sebagai pacar Wira. Dia memanggilku ke depan kelas. Dia memasang wajah berangnya padaku.
" Lu pacarnya Wira? " Tunjuknya padaku.
" Iya kak " Jawabku tak gentar.
" Hmmmmm.... ini pacarnya Wira " Katanya agak melecehkan. Jujur aku risih.
" Kenapa kak? " Tanyaku.
Dia malah berlalu meninggalkan aku. Aku pun kembali ke dalam kelas. Tak lama aku duduk, tiba-tiba Wira muncul di depan kelas. Aku pun menghampirinya.
" Kamu ngga apa-apa Di? " Tanya nya.
" Hah? Kenapa? " Tanyaku.
" Katanya tadi Resa nyamperin kamu "
" Oh... yang tadi, namanya Resa? Katanya pacar kamu " Kataku.
" Bukan, dia mantan aku "
" Oh... terus dia mau apa nyamperin aku? " Tanyaku.
" Hah? Ngga tau, lain kali kalo dia nyamperin kamu lagi bilang ke aku ya " Aku mengangguk kecil.
Beginikah rasanya punya pacar, ada yang memperhatikan, ada yang mengkhawatirkan bahkan ada yang selalu menunggu di belakang kelas. Biasanya aku yang memperhatikan, menunggu seseorang lewat. Hahahahah... Inikah rasanya?
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar